ileus !
…lagi bongkar2 dokumen lama, ketemu photo ini.
menyedihkan dan langsung bikin sedikit merinding kalau ingat peristiwa di tahun 1997 yang lalu.
ini adalah keadaan aku di RS Al Ikhsan Bandung, saat pasca operasi usus besar, aku di opname selama 30 hari ( saja ) !
saat itu aku masih kerja di PT SPM ( anak perusahaan Telkom ), kantorku di BRI Tower Lt. 12, jabatanku saat itu Receptionist di PT. Telkom Divisi Regional 3 dan PT. Ariawest International.
pekerjaan yang kelihatannya "sepele" namun kalau bisa "pintar" membidik peluang toh ternyata membawa aku ke pekerjaan2 menantang lainnya di PT. Telkom…merangkak naik selangkah demi selangkah sampai dengan mencapai puncak karir di jadi Junior Secretary GM PT. Telkom Divre 3 Jawa Barat, menjadi salah satu orang kepercayaan orang No. 1 di Telkom Divre 3.. Alhamdulillah…dan sejak itu aku sangat confident untuk kerja di tempat lainnya di Jakarta !
ah kok jadi ngomongin masalah kerjaan… ( next )
suatu hari di Sabtu malam ( tanggalnya lupa ), aku merasa perutku kian hari kian membesar ( bengkak ), selera makan hilang, dan rasanya sakiiiit, sampai untuk tertawa pun aku bisa nangis.
kenapa ya ??
setelah merasa sakit selama kurang lebih 5 hari aku baru "berani" ke Dokter, itu pun Dokter Umum di dekat rumah nenek tempat aku tinggal.. ( mana bisa aku pergi ke RS atau Dokter Spesialis..saat itu kondisi finansial ku masih sangat "minim ).
diagnosa "flu perut" sempat membuat hati tenang karena toh sakitnya udah ketahuan dan aku diberi obat2an untuk mengurangi sakitnya.
namun kok setelah seminggu lebih, kondisi fisik ku semakin parah…
aku tetap memaksakan diri berangkat kerja padahal jarak dari rumah ke kantor memerlukan 2 kali atau malah 3 kali ganti angkutan umum…plus jalan kaki juga ( kalau mau lebih ngirit ).. oh ya saat itu selain Recepsionist aku juga "nyambi" jualan kue-kue basah dan makanna kecil lain buat sarapan para pegawai Telkom dan Ariawet di lantai 10,11 dan 12 BRI Tower itu…( gengsi gak ada dalam kamus hidup ku hehehe )
jadi dari rumah di Margahayu Permai, naik angkutan kota ke Kebun Kelapa, belanja kue2 di sana..bawa tuh kue2 ( lumayan berat lho..ada nasi uduk dan lontong juga kali ya - selalu 2 kresek besar ) menuju BRI Tower di Alun-alun..kalau lagi ada uang lebih ya naik becak..kalau lagi seret ya jalan kaki aja..( hiks )..
tapi aku tetap semangat, kerja yang penting kan halal, bisa menghidupi diri sendiri, bantu sekolahin adik dan tentu nyenengin mamah, papap, nenek dan saudara2 sepupu juga semua..gaji yang minim plus uang hasil jualan lumayan juga loh buat traktir makan "enak" ( hehehe, biar susah tapi traktir jalan terussss, abis seneng melihat mereka semua tersenyum )
kembali ke sakit perut itu…ternyata rasa sakit nya ngga main-main…aku sempat beberapa kali pingsan lho..( untung ngga di tengah jalan )
akhirnya setelah perutku membesar ( seperti orang hamil 7 bulan ), papap dan beberapa keluarga membawaku ke RS Al-Ikhsan di daerah Banjaran - Bandung untuk membawaku ke Dokter Ahli..saat itu aku merasa umurku mungkin gak panjang lagi…
sesampainya di sana..aku masuk ruang UGD dan kebetulan ada Dokter Ahli penyakit dalam yang memeriksaku dan memutuskan aku harus rawat inap malam itu juga dan besok pagi nya harus di OPERASI !
wah..aku langsung lemas..tapi aku sama sekali ngga berdaya…aku langsung diperiksa tangan kiri dan kanan ( skin test )..ditusuk sana sini..dan yang paling menyeramkan adalah saat perawat memasukkan selang sepanjang sekitar 1 meter ke dalam hidungku untuk disambungkan ke lambung !
selang tersebut untuk ngeluarin cairan dari dalam perutku yang sudah sangat membahayakan jiwaku…
kejadian itu berjalan begitu cepat..malam berlalu aku hanya pasrah dan berdoa…
keesokan paginya aku dibawa ke ruang operasi , baju yang aku pakai saat itu adalah kaos C 59 digunting oleh perawat karena tidak memungkinkan untuk dibuka secara biasa, bahkan Bra kesayanganku ( aku membelinya dengan menabung cukup lama ) akan ikut2an digunting, namun dengan suara mendesis aku bilang ke Papap supaya bra nya jangan digunting..toh bisa dibuka pelan-pelan ( ampun ya, udah mau masuk ruang operasi masih sempet mikirin Bra..abisss…sayang siiih )
jam 9 pagi aku masuk ruangan operasi ( saat itu Alm Mamah masih ada, dan sedang sakit parah..jadi belum bisa datang ke RS ) hanya Papap, bebey dan saudara2 yang menungguku di RS. di ruang operasi, rasanya pengen teriak..tapi aku sama sekali tak berdaya dan hanya pasrah…
operasi berjalan dengan lancar..sekitar kurang lebih 4 jam kalau tidak salah…
ketika aku siuman, aku melihat orang-orang di kamar..ada Papap, Mamah, bebey, Emah ( nenek ), emang-emang dan bibi2 serta banyak sekali saudara sepupu yang kumpul di kamar…
"air kelapa muda"..itu yang pertama terbersit di kepalaku karena aku merasa sangat hausssss…tapiiii…dokter melarangku untuk minum sebelum aku buang angin terlebih dahulu pasca operasi.. O My GOD…selama hampir 26 jam aku menunggu buang angin itu tak kunjung datang…Papap sampai menagis dan menetesi bibirku yang kering dengan air mineral karena Dokter sangat melarang pemberian air minum walapun sedikit sebelum sang buang angin itu datang…
mau mati rasanya…tapi aku harus kuat, dan tabah serta pasrah…
akhirnya si K itu datang juga walaupun sangat pelan..dengan mengerang aku memanggil papap dan berkata : " pap..teteh kentut.. " dan semua orang di ruangan itu berucap "Alhamdulillah…. " ( lucu tapi sedih ya ), aku pun diberi minum air mineral oleh si papap…
ternyata nikmat itu jarang kita syukuri saat kita sehat, namun saat kita sakit..hal itu sangat menentukan hidup mati kita….betapa Allah Maha Kuasa..
setelah itu aku baru tahu kalau aku menderita " ILEUS" atau bahasa sederhananya TBC usus atau kanker usus gitu deh..aku gak peduli lagi definisinya apa..
selama 30 hari aku menetap di RS dengan rasa sakit yang tak terhingga..luka bekas operasi di perut ( operasiku itu termasuk operasi besar ) sangat membuat fisikku lemah. di saat yang sama keadaan mamah yang sudah strook berkali-kali membuat keadaan mamah tidak seperti orang normal namun toh tetap menungguku sesekali di RS ( i miss u mom )
untungnya perusahaan tempat aku bekerja memberikan pengertian yang sangat luar biasa sehingga aku libur selama 30 hari pun, gaji masih tetap aku terima dan dukungan moril dari kerabat dan teman-teman membuatku semangat supaya lekas sembuh dan kembali bekerja
untuk biaya operasi dan rawat inap, aku merasa sangat beruntung karena masih bisa ditanggung oleh perusahaan tempat papap bekerja ( PT. Perkebunan Teh Nusantara VIII ), padahal umurku saat itu sudah bukan tanggungan papap lagi namun toh berkat negosiasi papap dan kantor pusat sehingga biaya pengobatanku bisa ditanggung mereka..Alhamdulillah… kalau tidak, darimana aku punya uang sebanyak itu untuk bayar biaya Rumah sakit ( Allah Maha Penyayang, i believe that )
hhhhh….setelah sekitar 3 hari menjelang kepulanganku ke rumah..aku sempat ngobrol dengan Dokter tenatng penyakit ku ini…
menurut sisi medis, definisi ileus ini bisa di klik di link apa itu ileus
penyebab sederhananya adalah : aku tidak pernah sarapan !!!
sehingga kondisi perut kosong lalu aktifitas yang cukup berat dan juga asap rokok > selama di dalam angkutan umum kan orang banyak merokok - ( huh i hate smokers ) dan juga asap kendaraan, membuat penyakit itu semakin gampang merajalela dalam tubuh ringkihku…
Dokter juga memvonis bahwa setelah operasi besar tersebut, aku akan merasa sering cepat lapar namun berat badanku tidak akan gemuk ( nahhh ada untungnya juga ya hihi )
selama 6 bulan setelah operasi usus itu, aku mengkonsumsi obat-obatan yang jumlahnya sangat banyak ( ugh ), namun aku jalani semua dengan tabah..toh penyakitnya telah hilang dan sembuh total…
untuk itu,
pelajaran yang aku petik adalah : JANGAN PERNAH MEMULAI HARI TANPA SARAPAN !!!
sekarang aku adalah seorang ibu dari 2 anak yang lucu-lucu..aku hanya ingin peristiwa buruk yang telah menimpaku JANGAN sampai terulang pada anak-anak dan keluarga ku..
keadaan ekonomi yang jauh lebih baik saat ini membuatku sangat bersyukur, sehingga usaha untuk memberikan yang terbaik ( dalam hal apapun - yang) Insya Allah tidak menjadi kendala lagi), secara maksimal akan kuberikan pada anak-anakku…
pengalaman yang berharga dalam hidupku biarlah menjadi cerita kehidupan untuk anak-anakku dan jangan sampai mereka mengalaminya… Amin…
oh ya, pengalaman operasi itu pula yang membuatku ALERGI dan TAK MAU operasi sesar kalau aku punya anak…( sakiiit siiih )
hidup sehat harus dimulai sedini mungkin, hingga dapat menciptakan anak-anak yang sehat dan pintar…..
luv u kids,